Senin, 06 Desember 2010

Bakpia Pathok 75

Bakpia Pathok awalnya berasal dari pembuat bakpia pertama dan terkenal sejak 1978 dari Jalan Pathok nomer 75 yang hingga kini tetap bertahan dan bernama Bakpia Pathok 75.

Seiring waktu, bermunculan pula Bakpia Pathok 25,21, 555 dan sebagainya. Untuk rasa dan kualitas, tentunya Anda harus cukup selektif. Saat Bakpia Pathok 75 masih tetap konsisten pada isi kacang hijau untuk menjaga keasliannya, rumah-rumah bakpia lain mulai mengembangkan isi dengan kacang merah, rasa cokelat, keju bahkan durian.

Bakpia Pathok ini adalah salah satu maskot jogjakarta paling terkenal selain malioboro, kalau ke jogja orang pasti bawa bakpia untuk oleh oleh sanak saudara dan teman.

Selama ini orang banyak mengenal nama bakpia Pathok, karena memang penjual dan produsen bakpia banyak bertebaran di sepanjang Jalan Pathuk (sekarang bernama Jl. KS. Tubun), yang berada di kawasan Kecamatan Ngampilan, Jogjakarta. Jika musim liburan tiba, maka dapat dipastikan jalan sepanjang kurang dari satu kilometer, dua lajur dua arah, ini akan padat dan sumpek penuh dengan kendaraan para pembeli bakpia. Tidak sulit bagi pendatang dari luar jogjakarta untuk menemukan lokasi ini. Siapapun orang jogjakarta pasti tahu kalau ditanya dimana letaknya. Nggak jauh dari Keraton Jogjakarta juga

Di sentra bakpia ini ada lebih dari 100 penjual dan produsen bakpia. Dari yang punya toko mentereng dan besar sampai yang skala industry dan toko rumah tangga,. Yang sudah sering dikenal itu ada bakpia Pathok 25, 35, 38, 55, 67, 75, 99, dan entah nomor berapa lagi. Angka–angka itu umumnya menunjukkan angka nomor alamat rumah.

Nggak ada yang tahu bagaimana ceritanya sampai mereka mulai memakai nomer rumahnya itu untuk menamai produk bakpia nya.Mungkin karena kepraktisan saja maka produsen memakai nomer rumahnya. Saking banyaknya sampai para pembeli tidak tahu lagi mana bakpia yang harus dibeli, akhirnya mereka memilih sembarang nomer bakpia asal saja bukan jenis makanan pia pia seperti lunpia, nopia, atau yang penting jangan bawa pulang kerumah sephia aja,..

Bakpia ini sangat popular, luar biasa popular. Bisa dibayangkan berapa banyak bakpia ini yang berseliweran di Jogjakarta. Apalagi musim liburan harganya berkisar Rp.10.000,- ada yang kurang sedikit ada yang lebih sedikit.

Tapi siapa yang tahu ? Saking banyaknya penjual dan produsen bakpia ini mulai terjadi persaingan tidak sehat secara diam diam yang terjadi. Persaingan tidak sehat, bahkan saling menjatuhkan, diam–diam tumbuh di kalangan sesama pedagang atau produsen bakpia. Sangat disayangkan memang. Berbeda dengan para petani salak pondoh yang berhimpun dalam Kelompok Tani, di kalangan para pedagang atau produsen bakpia ini belum memiliki paguyuban yang mampu melindungi kepentingan mereka bersama.

Semakin runyamnya persaingan ini, secara diam–diam atau sembunyi–sembunyi berdampak kepada semakin runyamnya jasa calo bakpia di seputaran Pathuk. Tidak saja mengganggu calon pembeli, terlebih meresahkan para pedagang bakpia karena akan mengurangi porsi keuntungan pedagang. Bahkan seringkali permintaan imbalan oleh para calo kepada pedagang bakpia ini dilakukan dengan setengah memaksa.

Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Selain itu pula bakpia mulai diproduksi di kampung Pathuk Jogjakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.
Pada tahun 1980 mulai tampil kemasan baru dengan merek dagang sesuai nomor rumah, diikuti munculnya bakpia-bakpia lain dengan merek dagang nomer berlainan. Demikian pesatnya perkembangan “kue oleh-oleh” itu hingga mencapai booming sejak sekitar tahun 1992.

Ada tiga pilihan rasa yang umum untuk Bakpia Pathok. Yaitu kacang hijau, keju dan coklat. Berikut deskripsi proses serta bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan tiga rasa tersebut.
a. Kacang Hijau
Bahan yang diperlukan untuk kumbu (isi) Bakpia Pathok rasa kacang hijau adalah : kacang hijau, gula pasir, minyak nabati, dan garam. Sedangkan bahan untuk kulit adalah : tepung segitiga, tepung cakra, minyak, dan air.
Proses pembuatan kumbu diawali dengan penggilingan kacang hijau menggunakan mesin pemecah kacang hijau. Setelah itu kacang hijau direndam dengan air panas beberapa lama kemudian dicuci sampai kulitnya terpisah dan diperoleh kacang hijau yang bersih yang sudah terpisah dari kulitnya. Kemudian kacang hijau yang bersih tadi dikukus, selanjutnya digiling agar menjadi halus. Setelah itu proses pemasakan kumbu dimulai. Yaitu kacang hijau yang sudah digiling dimasak dicampur dengan minyak nabati, gula pasir dan garam sampai matang.
Untuk proses pembuatan kulit bakpia lebih sederhana, yaitu semua bahan kulit dicampur dan diuleni sampai bisa dipotong kecil-kecil untuk selanjutnya diisi kumbu kacang hijau yang sudah dibuat tadi dan dibentuk bulat-bulat. Kemudian bakpia dipanggang menggunakan arang sampai matang. Bakpia kacang hijau ini sejak pembuatannya dapat bertahan sampai enam hari.

b. Keju
Bahan yang diperlukan untuk kumbu adalah: tepung segitiga , gula halus, margarin, maizena, keju, butter, susu bubuk, dan garam. Bahan- bahan ini kemudian dicampur sampai tercampur rata. Selanjutnya kumbu diisikan ke dalam kulit bakpia, dibentuk bulat-bulat kemudian dipanggang sampai matang. Bakpia dengan rasa keju ini dapat bertahan sampai sepuluh hari sejak pembuatannya.

c. Coklat
Bahan yang diperlukan untuk kumbu adalah: tepung segitiga, gula halus, margarin, maizena, butter, coklat bubuk, pasta coklat, susu coklat kaleng, susu bubuk, dan air secukupnya. Bahan-bahan ini kemudian dicampur sampai rata kemudian diisikan ke dalam kulit bakpia, dibentuk bulat-bulat dan selanjutnya dipanggang sampai matang. Bakpia dengan rasa coklat ini sejak pembuatannya dapat bertahan sampai sepuluh hari.

29 komentar:

  1. ada bakkpia rasa susu keju juga, enak lho :D

    BalasHapus
  2. bagaimana cara menyimpan bakpia pathuk agar tetap awet?

    BalasHapus
  3. gmn sih caranya buat biar kulit bakpia gak keras?? kan ada tuh yang keras,,, ada yang egag.. kan enak kalo gag keras... :D

    BalasHapus
  4. ada lagi lho yg lebih enak,, yg isi kumbu hitam,, silakan mencoba :)

    BalasHapus
  5. proses produksi bakpia pake mesin atau masih manual pake tenaga orang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya dibuat dengan tangan, lalu dipanggang dengan mesin

      Hapus
  6. knp ci namanya bakpia pathok....???

    BalasHapus
  7. bakpia pathok itu dari cina to?
    wah kok bisa jadi khas indonesia, khususnya jogja ya?

    BalasHapus
  8. bahan untuk membuat kulit bakpia apa sih?

    BalasHapus
  9. Dena, ooo ada juga ya rasa susu keju? belum pernah nyobain c jadi ga tau deh rasanya, tapi bisa jadi referensi baru tuh.
    Tio, agak kurang mengerti cara nyimpan bakpia supaya awet, paling dimasukkan ke lemari pendingin aja c, tapi nanti bakpianya jadi agak keras.
    Erlin, pernah denger c kumbu hitam, tapi belum pernah nyobain, katanya produknya sedikit jadi ga bisa dipasarkan secara luas.

    BalasHapus
  10. Iim, tergantung skala produksinya ya. maksudnya ada yang produksinya masih skala kecil atau usaha rumahan, proses produksinya masih amnual. tapi buat usaha yang produksinya udah besar akan make mesin buat produksinya.
    Awang, seperti yang sudah dijelaskan di atas klo yang jual bakpia itu bertebaran di sekitar Jalan Pathuk (sekarang bernama Jl. KS. Tubun), yang berada di kawasan Kecamatan Ngampilan, Jogjakarta. makanya namanya jadi bakpia pathok.
    Lala, mungkin karena yang produksi bakpia pertama kali di Indonesia ada di daerah Jogja. makanya jadi khas jogja deh.
    Wina, silahkan baca di atas ya. udah lumayan lengkap ko,

    BalasHapus
  11. kan ada tuh bakpia yang tahan seminggu dan yang tahan sebulan. kok bisa sih dia tahan sebulan?

    BalasHapus
  12. mantap nih pengusaha bakpia.
    bisa jadi inspirasi..

    BalasHapus
  13. weh dulu aku beli yang merek 25, bisa tahannya cm 3 harian doank,,,

    BalasHapus
  14. Tan,apa kelebihan bakpia pathuk 75 daripada bakpia-bakpia nomer lainnya?

    BalasHapus
  15. yang paling enak yang isinya apa????

    BalasHapus
  16. rasa tiap merek bakpia sama nggak....?

    BalasHapus
  17. klo produksi bakpia patuk,,limbah yang di hasilkan ap y??

    BalasHapus
  18. kira-kira bakpia pathok ini kandungan gizinya gimana tan? penasaran nih..apa kandungan lemaknya tinggi??

    BalasHapus
  19. Gmna caranya agar bakpia tidak mudah busuk (brjamur)?

    BalasHapus
  20. ada yg lebih enak. bakpia 25.

    BalasHapus
  21. knapa para produsen bakpia gag membuat perhimpunan aj biar ga terjadi persaingan yg ga sehat???
    kayak kelompok tani gtuuu.....

    BalasHapus
  22. @ Intan:tan gula yang dipake tu musti yang gula pasir ya?

    BalasHapus
  23. ndut...klo dibandingan yang lain kelebihannya pa nih??

    BalasHapus
  24. waah..postingan kita samaa...

    BalasHapus
  25. Kiki, awet mah tergantung bahan-bahan yang di kandung masing-masing bakpia dan pasti berbeda tiap usaha. sama cara penyimpanan nya juga pasti mempengaruhi.
    Maria, mungkin karena pathuk 75 lebih awal berdiri di banding yang lain, makanya lebih terkenal. klo soal rasa sih tergantung lidah orang yang makan.

    BalasHapus
  26. Sahrun, merek bakpia yang lain mungkin ada lebih beragam rasanya, tapi yang ditawarkan bakpia pathuk 75 ya cuma ada rasa yang kaya diatas,
    Ayu, kalo menurut ku yang paling enak sih yang rasa kacang ijo. bener-bener rasa bakpia pathuk.

    BalasHapus
  27. Woro, pasti berbeda. soalnya setiap merek kan pasti punya resep masing-masing.
    Denok, paling kulit kacang ijonya yang buat di jadiin kumbu(isi).
    Agil, yang paling gampang ya penyimpanannya jangan yang ditempat lembab bisa juga dimasukkin ke lemari pendingin.

    BalasHapus

Shopping Online

About Me

Foto Saya
intan-sofiah
mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada, Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, 10/302484/TP/09898
Lihat profil lengkapku

pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.